Pameran Modifikasi Di Indonesia

Asiandrive.web.id – Pameran IMX tidak hanya mengumpulkan pemodifikasi di Indonesia, tetapi juga melibatkan industri komponen aftermarket, agen pemegang merek, dan juga melibatkan produk otomotif yang dibuat oleh pemerintah seperti mobil desa AMMDes.

Tahun lalu, pameran IMX mencatat nilai transaksi sebesar Rp3 miliar, dengan jumlah pengunjung mencapai 11.000 orang. Melihat hasil yang mengesankan ini, penggagas IMX optimis bahwa IMX akan menjadi pameran modifikasi mobil terbesar di Asia Tenggara.

“Targetnya adalah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, serta mampu membawa produk asli ke dunia,” kata Andre.

Menurut Andre, pada tahun ketiga atau keempat implementasi, IMX bisa menjadi pameran modifikasi dan aftermarket terbesar di Asia Tenggara.

“Jadi sekarang kita terus mendorong dari industri pilar untuk bersatu dulu,” jelas Andre.

Baca juga : Selamat Tinggal Modifikasi Ban Nempel

Dalam membangun budaya dan aftermarket yang dimodifikasi, Indonesia sendiri menurut Andre akan bergantung pada keterampilan tangan para modifikator negara untuk menjual karya mereka di luar negeri.

“Seperti memodifikasi headlamp, membuat bodykit mobil seperti Karma, menjaga penutup mobil kustom BitleBlack. Ini yang akan kami jual, karena tidak ada yang seperti ini di Jepang. Dan lagi jika misalnya turbo kit atau part engine dijual, mungkin mereka lebih canggih. Jadi kami mencari sesuatu yang tidak ada, dan kami membawanya ke pameran modifikasi di luar negeri, seperti Jepang, “jelas Andre.

Berkaca pada penyelenggaraan IMX 2018 kemarin, menurutnya, rangkaian modifikasi pameran di Indonesia cukup terlihat.

“Jangkauan pengaruhnya sudah cukup besar. Kemarin di IMX 2017, ada yang datang dari India, Australia, Jepang dan Malaysia,” pungkas Andre.