Sejarah Berdirinya Ford

Asiandrive.web.id – Ford Motor Company (atau hanya Ford atau FoMoCo, NYSE: F) adalah produsen mobil Amerika yang didirikan oleh Henry Ford di Dearborn, dekat Detroit, Michigan. Perusahaan ini didirikan pada 16 Juni 1903. Perusahaan ini menjual mobil dan kendaraan komersial di bawah merek Ford dan mobil mewah di bawah merek Lincoln. Ford juga memiliki produsen SUV, Troller, dan FPV Brasil. Di masa lalu Ford juga memproduksi traktor dan komponen otomotif.

Ford memiliki 2,1% saham di Mazda, 15% di Aston Martin dan 49% di Jiagling. Ford juga memiliki beberapa usaha patungan, dua di Cina: Changan Ford Mazda dan Ford Lio Ho, satu di Thailand: AutoAlliance Thailand, satu di Turki: Ford Otosan dan satu lagi di Rusia: Ford Sollers. Ford juga berdagang di Bursa Efek New York dan dikendalikan oleh keluarga Ford, meskipun kepemilikan di perusahaan ini kecil. Menurut majalah Forbes, Ford adalah perusahaan industri paling penting dalam sejarah Amerika Serikat. “

Ford memperkenalkan metode untuk memproduksi mobil skala besar dan manajemen buruh industri skala besar menggunakan tahap-tahap teknik bersama dengan jalur perakitan berjalan; pada tahun 1914 metode ini disebut dengan Fordisme. Bekas divisi Ford di Inggris, Jaguar dan Land Rover (diakuisisi 1989 dan 2000), dijual ke Tata Motors bulan Maret 2008. Ford memiliki perusahaan otomotif Swedia Volvo dari 1999 sampai 2010. Tahun 2011, Ford mematikan merek Mercury yang tadinya digunakan untuk mobil mewah kelas bawah di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Timur Tengah sejak tahun 1938.

Ford adalah perusahaan otomotif kedua terbesar Amerika Serikat dan kelima terbesar di dunia pada tahun 2010.Pada tahun 2010, Ford juga produsen mobil terbesar kelima di Eropa. Ford berada pada posisi ke-8 untuk kategori perusahaan asal Amerika pada daftar Fortune 500 2010, dengan pendapatan global $118,3 miliar dolar AS tahun 2009. Tahun 2008, Ford memproduksi 5,532 juta kendaraan dengan 213.000 karyawan di 90 pabrik dan fasilitasnya di seluruh dunia.

Sejarah Ford

Abad ke-20

Usaha pertama Henry Ford untuk memiliki perusahaan mobil dengan namanya sendiri dimulai pada Henry Ford Company tanggal 3 November 1901, yang kemudian menjadi Cadillac Motor Company pada 22 Agustus 1902, setelah Ford meninggalkan perusahaan tersebut. Ford Motor Company didirikan di sebuah pabrik yang diubah pada tahun 1903 dengan modal $28.000 dari 12 investor, beberapa diantaranya adalah John dan Horace Dodge (yang kemudian mendirikan perusahaan mobil mereka sendiri (Dodge Brothers Motor Vehicle Company). Pada tahun-tahun awal perusahaan, mereka hanya dapat memproduksi beberapa unit kendaraan dalam sehari di pabrik di Mack Avenue di Detroit, Michigan. Beberapa kelompok yang terdiri dari 2 atau 3 orang bekerja di setiap kendaraan, dirakit bagian per bagian dari suku cadang yang dibuat oleh perusahaan komponen yang berkontrak dengan Ford. Dalam satu dekade, perusahaan ini memimpin dalam produksi dengan konsep jalur perakitan.

Baca juga : Sejarah Berdirinya Mitsubishi

Henry Ford berusia 39 tahun ketika ia mendirikan Ford Motor Company, yang kemudian menjadi salah satu perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di dunia, salah satu yang bertahan selama Depresi Besar. Sebagai salah satu perusahaan yang dikontrol keluarga terbesar di dunia, Ford Motor Company tetap dikontrol oleh keluarga Ford selama lebih dari 100 tahun.

Setelah mobil modern pertama dibuat tahun 1886 oleh penemu berkebangsaan Jerman Karl Benz (Benz Patent-Motorwagen), banyak metode produksi yang lebih efisien dibutuhkan untuk membuat mobil lebih terjangkau bagi kalangan menengah, misalnya penemuan jalur perakitan berjalan pada 1913..

Pada tahun 1908, Ford memperkenalkan mesin pertama dengan kepala silinder removable, di Ford Model T. Tahun 1930, Ford memperkenalkan Model A, mobil pertama dengan penutup kaca di depan. Ford meluncurkan mobil bermesin V8 dengan harga murah pertama pada tahun 1932.

Ford menawarkan paket keamanan Lifeguard pada tahun 1956, diantaranya termasuk deep-dish steering wheel, sabuk pengaman depan dan belakang, serta optional padded dash. Ford memperkenalkan kunci pintu child-proof pada mobilnya tahun 1957, dan pada tahun yang sama Ford juga memperkenalkan atap retractable pertama pada mobil. Pada tahun 1965, Ford juga memperkenalkan lampu pengingat sabuk pengaman.

Tahun 1980-an, Ford memperkenalkan beberapa kendaraan yang sukses secara komersial di dunia. Ford menggunakan slogan iklan “Have you driven a Ford, lately?” (Apakah anda telah mengendarai Ford ?) untuk membuat merk mereka tampak lebih modern. Pada tahun 1990 dan 1994, Ford juga mengakuisisi Jaguar Cars dan Aston Martin.

Abad ke-21

Tahun 2005, saham Ford dan GM telah diturunkan statusnya sampai level sampah (junk) akibat tingginya ongkos jaminan kesehatan bagi para pensiunan, meningkatnya harga minyak, menurunnnya pangsa pasar, dan terlalu tergantung pada penjualan kelas SUV yang pasarnya semakin kecil. Margin keuntungan pada mobil besar mengecil untuk menaikkan insentif (dalam bentuk rabat atau suku bunga rendah) untuk menangkal permintaan yang menurun tajam. Di pertengahan 2005, CEO Bill Ford menugaskan Presiden Ford Amerika yang baru Mark Fields untuk mengembangkan rencana baru untuk mengembalikan keuntungan perusahaan. Fields menamakan rencana ini The Way Forward pada 7 Desember 2005 dan diluncurkan pada publik 23 Januari 2006. “The Way Forward” antara lain berisi restrukturisasi ulang perusahaan sesuai kondisi pasar yang ada, menghentikan produk tidak efisien dan tidak menguntungkan, menutup 14 pabrik dan memotong 30.000 pekerja.

Ford berpindah haluan dan memperkenalkan deretan mobil baru mereka yang berbasis platform “unibody”, tidak lagi sasis body-on-frame. Untuk mengembangkan teknologi penggerak listrik hibrida untuk SUV Ford Escape Hybrid, Ford mengambil lisensi dari Toyota untuk menghindari pelanggaran hak paten.

William Clay Ford Jr., buyut Henry Ford, terpilih menjadi Kepala Eksekutif tahun 1998 dan menjadi CEO perusahaan tahun 2001 dengan perginya Jacques Nasser, menjadikan keluarga Ford kembali memimpin perusahaan setelah terakhir dipimpin oleh pamannya Henry Ford II yang pensiun tahun 1982. Setelah pensiunnya Jim Padilla tahun 2006, Bill Ford juga mengambil perannya. Lima bulan kemudian, Ford menunjuk Alan Mulally sebagai Presiden dan CEO, ia sendiri menduduki kursi eksekutif.

Perusahaan ini mencatatkan kerugian tahunan terbesar sepanjang sejarah, $12,7 miliar dolar AS tahun 2006, dan diestimasikan tidak akan untung sampai 2009. Meski begitu, Ford pernah mengejutkan Wall Street di kuartal kedua tahun 2007 dengan mengumumkan keuntungan 750 juta dolar AS. Meski begitu, perusahaan tetap rugi pada tahun itu dengan 2,7 miliar dolar AS, terutama karena restrukturisasi keuangan di Volvo.

Tanggal 2 Juni 2008, Ford menjual Jaguar dan Land Rover ke Tata Motors dengan harga 2,3 miliar dolar AS.

Tanggal 29 Oktober 2012, Ford mengumumkan bahwa mereka menjual bisnis komponen pengaturan cuaca ke Detroit Thermal Systems LLC. Bisnis ini merupakan bisnis komponen terakhir milik Ford.

Tanggal 1 November 2012, Ford mengumumkan bahwa CEO Alan Mulally tetap akan menjabat selama tahun 2014.