Nasib-Mobil-mobil-Made-in-Indonesia

Nasib Mobil-mobil Made in Indonesia

asiandrive Kali ini kami akan mengulas tentang Nasib Mobil-mobil Made in Indonesia. Setiap kali mendengar mobil bikinan dalam negeri, satu mobil yang bakal muncul pasti Esemka. Padahal bukan cuma Esemka, lho. Banyak mobil made in Indonesia lain yang pernah hadir lebih dulu.

Namun karena berbagai hal, salah satunya karena krisis moneter dan kejamnya persaingan pasar otomotif di tanah air, mobil-mobil lokal tersebut berguguran satu demi satu.

Apa saja sih mobil-mobil made in Indonesia tersebut?

1. Maleo

maleo
Mobil Maleo pertama kali diresmikan sekitar tahun 1993 oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang bekerja sama dengan perusahaan manufaktur otomotif asal Inggris, Rover.

Dilihat dari berbagai sisi, kandungan lokal di mobil ini mencapai sekitar 60 sampai 70 persen.

Sempat sukses dengan melibatkan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie dengan membuat 11 rancangan mobil dalam perakitannya. Namun, perjalanan Maleo harus terhenti akibat krisis moneter yang melanda Indonesia.

2. Beta 97

Beta-97

Beta 97 digarap oleh PT Bakrie Motor. Mobil ini sempat menari perhatian publik namun gagal berkembang karena dihajar krisis moneter. Nasibnya seperti Maleo.

Padahal Beta sudah melalui beberapa tes, seperti tes suspensi dan ketahanan getaran selama sembilan bulan, yang menjadi modal awal untuk peluncuran.

Baca Juga : Tiga Mobil Bekas Ini Bisa Jadi Pilihan Dengan bandrol 200 jutaan

3. Mahesa

mahesa

Indonesia juga punya mobil double cabin lho, namanya Mahesa. Mobil ini hasil garapan Sukiyat. Tema utama mobil ini adalah mobil pedesaan. Sehingga fitur-fiturnya disesuaikan dengan tema tersebut.

Mahesa sendiri diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti kerbau. Yup, mobil ini memang dirancang untuk membantu para petani dan kuat seperti kerbau.

Mahesa hadir dengan tiga varian, yakni double cabin, pick up, dan kendaraan pengangkut alat pertanian.

4. Timor

Timor

Mobil ini diperkenalkan oleh PT Timor Putra Nasional dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Indonesia ke-2, Soeharto.

Timor adalah kependekan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat. Mobil ini mulai dipasarkan di Indonesia pada pertengahan tahun 1990

Bahkan, Soeharto berencana membangun industri mobil nasional dan tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 1996 melalui Timor.

Namun sayang, proyek Timor harus berhenti di tengah jalan akibat adanya protes gugatan dari industri otomotif besar dunia, seperti Jepang, Amerika Serikat, serta Eropa.